Program Praktisi Mengajar Mandiri Prodi S1 Manajemen Pendidikan Unesa 2024: Tidak Hanya Belajar Teori Namun Juga Praktik

mp.fip.unesa.ac.id
– Kamis (03/10/2024) Prodi S1 Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Surabaya
mulai melaksanakan kegiatan Praktisi Mengajar Mandiri. Program ini adalah wujud
dari upaya Prodi dalam mendukung kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang
diinisiasi oleh Kemendikbudristek. Mahasiswa belajar langsung dari para
praktisi berpengalaman di sektor Pendidikan agar tidak hanya mahir secara teori
namun juga secara praktik. Pada kesempatan kali ini, Pak Poltjes Pattipeilohy
ditugaskan oleh Kaprodi S1 Manajemen Pendidikan sebagai Project Manager dalam
kegiatan ini.
Tujuan
dari program ini adalah untuk meningkatkan kompetensi dan pengetahuan lulusan
yang nantinya dibutuhkan untuk menghadapi tantangan dunia kerja. Penerimaan
praktisi dilakukan secara terbuka melalui publikasi flyer yang berhasil menarik
29 praktisi dari berbagai sektor pendidikan. Tidak ada terkait proses pemilihan,
para praktisi diterima karena memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan
Prodi S1 Manajemen Pendidikan dengan fokus dunia pendidikan baik di sekolah
maupun lembaga lainnya. Di antara praktisi yang bergabung terdapat kepala
sekolah, guru, dosen, serta beberapa diantaranya bekerja di sekolah-sekolah
Indonesia di luar negeri yaitu Singapura dan Malaysia.
Pada
pelaksanaan pembelajaran, para praktisi mengajar sesuai Rencana Pembelajaran
Semester (RPS) yang telah ditetapkan Prodi. Terdapat 14 mata kuliah yang
diajarkan oleh para praktisi diantaranya Manajemen PAUD dan PNF, Manajemen Pendidikan
Tinggi, Manajemen Proyek, Ilmu Pendidikan, Perencanaan Pendidikan, Manajemen Mutu
Terpadu, Sistem Informasi Manajemen, Organisasi Pendidikan, Statistika, Supervisi
Pendidikan, Dasar Dasar Manejemen Pendidikan, Manejemen Strategi, Pendidikan Inklusi
dan Psikologi Pendidikan. Program ini berkontribusi pada peningkatan IKU Unesa
serta Prodi S1 Manajemen Pendidikan sendiri.
Tidak
ada tantangan dalam pelaksanaannya walaupun sebagian kelas dijalankan secara
daring karena praktisi berada di luar negeri dan kegiatan tetap berjalan lancar
dengan pemantauan secara langsung oleh dosen Prodi S1 Manajemen Pendidikan.
"Kolaborasi dengan para praktisi sejauh ini berjalan sangat baik, ada juga
beberapa praktisi yang mengisi kelas secara tatap muka", ujar Pak Poltjes.
Harapan dari program ini mahasiswa dapat menyiapkan diri lebih baik dengan
mengetahui pengalaman dan pengetahuan secara nyata dari praktisi di lingkup kerjanya.
Evaluasi akan dilakukan untuk mengukur efektivitas kegiatan dan keberhasilannya
di akhir program. (nad/nna)