Prodi Manajemen Pendidikan Hadirkan Pakar Pendidikan dari Australia dalam Kegiatan Perdana Visiting Professor

mp.fip.unesa.ac.id – Selasa (24/10/2023) Prodi Manajemen Pendidikan (MP), Fakultas Ilmu Pengetahuan (FIP), Universitas Negeri Surabaya (UNESA) mengundang pakar pendidikan dari Australia, beliau bernama Prof Tony Loughland, Ph.D. dalam acara visiting Professor sebagai upaya penguatan aspek pendidikan, riset, dan publikasi. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruang 801 Rektorat dengam dihadri oleh dosen selingkung FIP. Bapak Syunu Trihantoyo, S.Pd., M.Pd. selaku Ketua Prodi Manajemen Pendidikan mejelaskan bahwa kegiatan ini merupakan acara visiting professor perdana oleh manajemen pendidikan sebagai rangkaian dari Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM).
Bentuk kegiatan yang dilakukan adalah teaching collaboration dengan topik “Strategi Management of Education Institutions” dan juga “ Leadership in Education”. Dalam acara tersebut Prof Tony Loughland berharap agar dengan adanya kegiatan ini, dosen dan mahasiswa dapat meningkatkan kemampuan riset dan publikasinya di bidang pendidikan. Beliau mengatakan “kegitan ini fokus pada pelatihan dan coaching clinic menegnai riset dan publikasi karena hal ini penting dalam menciptakan pengaruh yang luas di masa depan”.
menjelaskan bahwa agar peringkat universitas meningkat maka diperlukan publikasi yang baik dan efektif, kita sebagai peneliti harus memiliki kemampuan dan metode untuk menemukan topik penelitian dengan cepat dalam waktu 1 menit dan meringkas kalimat dalam waktu 3 menit. Kemudian kita juga perlu membagi tugas dalam penelitian yakni 40% pada beban kerja, 40% pengajaran, dan 20% riset. Selain itu, sitasi dalam publikasi sering menjadi bagian penilaian oleh banyak lembaga pemeringkatan dunia seperti Times Higher Education (THE) dan QS Rangking. Hal itu sangat berharga bagi universitas karena publikasi yang bagus ada pada Q1 yaitu 25% jurnal teratas. Kemudian dalam pembuatan penelitian, dianjurkan sejalan dengan minat pengajaran dan juga mencari referensi topik populer dari jurnal-jurnal yang tepat.
Sebelum mengakhiri presentasi, Prof Tony Loughland memberikan pesan “Untuk menjadi ahli di bidangnya, maka kita aharus sering meneliti. Riset itu memang tidak mudah. Namun, dosen harus mengerjakan riset seperti kebiasaan dan juga harus sering berlatih, mulailah berpikir mengenai tujuan sehingga dapat memberikan manfaat pada program riset”. Dari kegitan ini diharapkan para dosen dapat semakin unggul dalam bidangnya dan semakin produktif untuk melakukan riset yang bernutu sehingga menghasilkan publikasi pada jurnal yang bereputasi. (KS/al)