Pelatihan Pengembangan Kapasitas Sekolah Berbasis Kearifan Lokal di MKKS SMA Swasta Se-Kabupaten Banyuwangi oleh Tim PKM

mp.fip.unesa.ac.id
– Senin (08/07/24) Untuk meningkatkan mutu
pendidikan dan mengembangkan kapasitas sekolah, SMA Swasta MKKS di Kabupaten
Banyuwangi mengadakan pelatihan pengembangan kapasitas sekolah berbasis
kearifan local. Acara dilaksanakan di SMA Muhammadiyah 2 Genteng dan dihadiri
oleh tim PKM dan kepala sekolah se-Banyuwangi. Pelatihan ini diikuti oleh 34
orang, termasuk perwakilan kepala sekolah se-kabupaten banyuwangi.
Kegiatan
diawali dengan pemaparan model kompetensi pelatihan guru. Acara ini sekaligus
menandai momen penting dengan penandatanganan dokumen kerjasama antara Program
Studi Sarjana Manajemen Pendidikan dengan Dewan Pelayanan Kepala Sekolah
Menengah Swasta (MKKS) Kabupaten Banyuwangi. Turut hadir Ketua MKKS SMA Swasta
Kabupaten Banyuwangi Drs. Hari Prasmono. Kerja sama ini diharapkan dapat
memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas pendidikan di wilayah
tersebut.
Penyampaian
materi pertama dibawakan oleh Bapak Syunu Trihantoyo, M.Pd., yang mengupas
konsep identifikasi posisi sekolah melalui analisis SWOT, raport mutu sekolah,
serta penentuan strategi keberlanjutan sekolah (school sustainability). Materi
kedua disampaikan oleh Ibu Windasari, M.Pd., yang membahas aspek pengembangan
kapasitas sekolah, termasuk manajemen sekolah dan partisipasi komunitas. Setelah penyampaian materi, tahap kedua dari
pelatihan ini melibatkan peserta dalam kegiatan on-site. Pada tahap ini,
peserta diberikan lembar kerja untuk mengidentifikasi kompetensi mereka
berdasarkan pengalaman dan aktivitas tugas sebagai kepala sekolah. Kegiatan ini
dirancang untuk membantu peserta mengaplikasikan teori yang telah dipelajari ke
dalam praktik nyata di sekolah masing-masing.
Materi
ketiga disampaikan oleh Citra Fitri Kholidiyah, S.Pd., M.Pd., yang membahas
pengajaran dan pembelajaran berbasis teknologi. Dan materi keempat tentang
pengembangan kapasitas sekolah berbasis kearifan lokal dipaparkan oleh Latif
Nur Hasan, S.Pd., M.Pd. Setelah sesi diskusi yang interaktif dan konstruktif,
peserta merumuskan tindak lanjut yang perlu dilakukan oleh sekolah. Hasil
diskusi ini akan menjadi panduan dalam mengimplementasikan berbagai strategi dan
program yang telah dirumuskan selama pelatihan.
Pelatihan
ini diharapkan menjadi langkah awal dalam perjalanan panjang peningkatan mutu
pendidikan di Kabupaten Banyuwangi. Dengan memadukan kearifan lokal dengan
inovasi modern, sekolah-sekolah di Banyuwangi diharapkan dapat melahirkan
generasi cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (ern/kap)