Dosen Praktisi Mengajar di Jurusan MP, Semakin Lengkapi Kompetensi Mahasiswa

mp.fip.unesa.ac.id - Rabu (05/05/2021) Angkatan 2018 Program Studi Manajemen Pendidikan melaksanakan kuliah tamu bertajuk "Pengambilan Keputusan di Dunia Pendidikan", secara daring melalui media telekonferens Google Meet. Kuliah tamu ini di hadiri oleh bapak Dr. Amrozi Khamidi, M.Pd. selaku dosen pengampu mata kuliah Pengambilan Keputusan, serta Bapak Kiswanto, M.Pd. selaku Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Probolinggo. Perkulihan hari ini dilaksanakan dengan jumlah keseluruhan mahasiswa sebanyak 76 orang.
Selama perkuliahan, banyak dibahas mengenai pengambilan keputusan di dunia pendidikan, khususnya pengambilan keputusan pada institusi atau lembaga pendidikan. Perlu diketahui bahwa pengambilan keputusan merupakan suatu proses pemilihan atau penetapan suatu alternatif yang dianggap paling tepat dari beberapa alternatif penyelesaian masalah yang telah dirumuskan.
Seorang pemimpin perlu memiliki pikiran jernih sebelum mengambil keputusan, karena keputusan tersebut akan membawa dampak pada anggotanya. Seorang pemimpin juga perlu belajar beberapa pendekatan untuk merangkul semua anggota yang ia pimpin.
Bapak Kiswanto menuturkan bahwa pada saat pengambilan keputusan seorang pemimpin perlu memperhatikan 5 faktor, yaitu “MANIS” yang merupakan singkatan dari Mengayomi, Amanah, Normatif, Aspirasi, dan Simpatik. Selain harus memperhatikan “MANIS” mereka juga harus Jujur, Inovatif, Moderat, Aktif dan Transparasi atau dapat disingkat “JIMAT”.
Tantangan terbesar seorang pemimpin ialah bagaiman menghadapi anggota yang memiliki berbagai macam karakter dengan ekstra sabar. Selain itu, pemimipin juga harus mengerti bagaimana membangun komunikasi yang tepat, sehingga sambung rasa antara pemimpin dan anggota tetap terjalin dengan baik.
Di penghujung perkuliahan Bapak Kiswanto memberi pesan, "Sebagaimana kita pandai mengambil keputusan secara teori memang seperti mudah-mudah saja namun jika diimplementasikan sangat perlu pelatihan dan terus diasah agar lebih efektif dan tepat sasaran. Kemudian kita juga harus terus bersikap positif dan berusaha merasa senang dimana pun dengan rasa cinta, sekalipun itu pada pekerjaan dan diusahakan merasa bahagia seolah olah bekerja adalah sebuah rekreasi". (sal/wdn)