Alternatif Pengganti Skripsi: Inovasi Baru di Program Studi S1 Manajemen Pendidikan
mp.fip.unesa.ac.id
– Rabu (10/07/24) Program Studi S1 Manajemen Pendidikan Universitas Negeri
Surabaya memperkenalkan inisiatif berupa "Alternatif Pengganti Skripsi."
Inisiatif ini bertujuan untuk mewujudkan konsep merdeka belajar dengan menambah
variasi syarat kelulusan namun tetap berada dalam koridor akademik ilmiah.
Mahasiswa diberikan kesempatan untuk menunjukkan kompetensi dan pemahaman
mereka melalui karya-karya yang lebih praktis dan aplikatif dibandingkan dengan
skripsi pada umumnya.
Pada
prinsipnya, Alternatif Pengganti Skripsi dapat berupa:
1. Inisiasi
Program Sekolah, mengembangkan dan mengimplementasikan program yang dapat
diaplikasikan dalam lingkungan sekolah dengan tujuan meningkatkan kualitas
pendidikan atau manajemen sekolah.
2. Inisiasi
Website, membuat dan meluncurkan website atau media sosial lainnya yang
memiliki manfaat edukatif atau administratif.
3. Inisiasi
Aplikasi, mengembangkan aplikasi yang mendukung proses belajar mengajar,
manajemen pendidikan, atau kebutuhan spesifik lainnya dalam bidang pendidikan.
Mahasiswa
yang ingin mengambil alternatif pengganti skripsi harus memenuhi persyaratan
akademik dan administratif, termasuk menempuh minimal 100 SKS, lulus mata
kuliah Manajemen Proyek, memiliki IPK minimal 2,25, serta tercatat sebagai
mahasiswa aktif UNESA dan memprogram mata kuliah seminar tugas akhir dan tugas
akhir.
Perbedaan
mendasar antara skripsi pada umumnya dan Alternatif Pengganti Skripsi terletak
pada Bab 3. Dalam skripsi pada umumnya, Bab 3 memuat metode penelitian
sedangkan dalam Alternatif Pengganti Skripsi, Bab 3 berisi rencana dan metode
implementasi program yang diusulkan. Rincian dan penjelasan lebih lanjut dapat
dilihat di Buku
Pedoman Penulisan Alternatif Pengganti Skripsi Program Studi S1 Manajemen
Pendidikan.
Mahasiswa
yang mengambil Alternatif Pengganti Skripsi akan dinyatakan lulus jika telah
melewati tahapan yang ditetapkan, mengimplementasikan program yang diusulkan,
membuat draft laporan sesuai sistematika yang ditentukan, menghadirkan
perwakilan mitra sebagai verifikator saat sidang, dan mengkonversikan draft
laporan ke format jurnal untuk publikasi.
Daffa,
salah satu mahasiswa Manajemen Pendidikan angkatan 2021 menyatakan
ketertarikannya pada program ini. “Ini merupakan metode baru yang telah di
sosialisasikan kepada mahasiswa. Saya ingin menjadi sosok yang dicontoh angkatan
selanjutnya dengan mengambil alternatif ini karena ingin membuat produk berupa
website pelatihan dan monev untuk guru. Saya juga ingin menghindari metodologi
kuantitatif, kualitatif, dan R&D, sehingga alternatif ini difokuskan
membangun dan mengembangkan proyek. Tidak hanya saya yang menggunakan
alternatif ini, ada miftahul fauzi yang mengembangkan aplikasi monev untuk
kepala sekolah. Meskipun konsep kami sama, sasaran dan bentuk produknya
berbeda” ujar Daffa.
Alternatif
Pengganti Skripsi ini merupakan inovasi yang memberikan fleksibilitas dan
kesempatan kepada mahasiswa untuk berkarya secara praktis sesuai minat. Program
ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas lulusan dengan keterampilan dan
memberikan dampak positif bagi perkembangan pendidikan di Indonesia. (nad/kap)