Mahasiswa Manajemen Pendidikan Bedah Supervisi Sekolah dengan Diagram Ishikawa
mp.fip.unesa.ac.id- Kamis (16/10/2025) Tugas individu diberikan kepada mahasiswa Manajemen Pendidikan oleh dosen praktisi Indah Mey Lufita, S.Pd., Gr., M.Pd., untuk menyelidiki masalah dasar yang berkaitan dengan supervisi pendidikan di sekolah. Setiap mahasiswa diminta untuk membuat Diagram Ishikawa, yang digunakan untuk memetakan sumber masalah secara sistematis. Tugas ini mengajarkan mahasiswa untuk tidak hanya melihat gejala tetapi juga menelusuri faktor-faktor yang menyebabkan gejala tersebut muncul. Analisis menunjukkan bahwa banyak sekolah masih menerapkan supervisi formal.
Menurut diagram tersebut, mahasiswa menemukan berbagai penyebab. Ini termasuk kompetensi manajer, sarana sekolah, metode supervisi, kebijakan manajemen, dan motivasi guru. Namun, beberapa sekolah tidak memiliki sarana supervisi yang jelas, jadwal yang direncanakan, atau tindak lanjut yang konsisten. Selain itu, beberapa analisis menunjukkan bahwa pelatihan dan dukungan teknologi kurang dalam proses supervisi. Temuan ini menunjukkan bahwa kinerja dan sistem kerja sekolah sangat dipengaruhi oleh kualitas supervisi.
Melalui tugas ini, mahasiswa belajar bahwa supervisi bukan hanya memeriksa dokumen, tetapi harus menuntun pada pembinaan langsung guru. Mereka menyimpulkan bahwa supervisi yang baik harus reflektif, berkelanjutan, dan berbasis data. Diagram Ishikawa membantu siswa melihat masalah
secara menyeluruh sebelum mencari solusi. Mahasiswa dipersiapkan untuk menjadi calon pengelola pendidikan yang kritis dan memahami situasi di lapangan melalui tugas ini. (hnf)