Magang di Kuanta: Belajar Menyusun Masa Depan Pendidikan dari Balik Layar
mp.fip.unesa.ac.id- Kamis (30/10/2025) PT Kuanta Prima Indonesia
kembali menjadi tempat belajar yang penuh tantangan dan inspirasi bagi para
mahasiswa yang menjalani program magang. Sejak 11 Agustus 2025, mereka terlibat
langsung dalam berbagai divisi strategis, mulai dari Operating Officer hingga
School Design. Bukan hanya soal tugas teknis, pengalaman ini menjadi ruang
eksplorasi untuk memahami dunia pendidikan, manajemen, dan teknologi secara
lebih mendalam.
Ahmad Dimas Nur Fauzi, yang ditempatkan di bagian Operating Officer,
mengaku banyak belajar dari proses administrasi dan keuangan. “Saya mengerjakan
pengarsipan dokumen penting, menyusun laporan kasbon, hingga input data
transaksi ke sistem akuntansi. Rasanya seperti jadi bagian dari mesin yang
menjaga ritme organisasi tetap berjalan,” ujarnya. Tak hanya itu, Dimas juga
terlibat dalam kegiatan akademik seperti layout soal TKA dan pembahasan materi,
serta mendukung program TTC dan STEM dengan berbagai tugas koordinatif.
Sementara itu, Boy Eka Saputra, Habib Rohmatulloh, dan Miftakhul Amaliya
yang berada di divisi School Design, fokus pada pengembangan instrumen asesmen
dan dokumen strategis pendidikan. Mereka menyusun kisi-kisi soal, menerjemahkan
buku panduan Deep Learning, hingga membantu penyusunan Grand Design Renstra 5
Tahun dengan pendekatan Balanced Scorecard. “Kami belajar bagaimana pendidikan
dirancang, bukan hanya diajarkan. Dari layout soal hingga roadmap yayasan,
semuanya punya peran penting,” ungkap Miftakhul.
Tak hanya berkutat di balik layar, para mahasiswa juga terlibat dalam
kegiatan lapangan seperti roadshow sekolah, Zoom Trainer, dan quality control
strategi edukasi mitra. Mereka belajar bahwa pendidikan bukan hanya soal
konten, tapi juga soal komunikasi, koordinasi, dan ketepatan eksekusi. “Magang
ini mengajarkan kami untuk berpikir sistematis, bekerja kolaboratif, dan tetap
kreatif dalam setiap tugas,” tambah Habib.
Pengalaman magang di Kuanta bukan hanya tentang menyelesaikan pekerjaan,
tetapi tentang membentuk cara pandang baru terhadap dunia pendidikan dan
profesionalisme. Dari spreadsheet ke strategi, dari soal ke solusi, para
mahasiswa ini membuktikan bahwa masa depan pendidikan bisa dimulai dari ruang
magang yang penuh semangat dan pembelajaran. Karena setiap langkah kecil yang
mereka ambil hari ini, bisa menjadi pijakan besar untuk perubahan esok hari.