Diva Naura Maulina: Menemukan Makna Mengajar di Negeri Orang
mp.fip.unesa.ac.id- Senin (05/10/2025) “Bukan cuma soal mengajar, tapi bagaimana saya bisa jadi bagian dari
proses belajar mereka,” ujar Diva Naura Maulina
saat menceritakan pengalamannya magang di Tessaban 2 Bansadao School, Songkhla,
Thailand. Selama tiga bulan, dari 9 Juli hingga 7 Oktober 2025, Diva menjalani
peran sebagai asisten pengajar Bahasa Inggris untuk siswa Mathayom 1—setara dengan kelas 7 SMP.
Setiap harinya,
Diva terlibat aktif dalam praktik mengajar langsung, menyusun lesson plan,
serta mendampingi siswa dalam meningkatkan kemampuan berbicara dan mendengarkan
dalam Bahasa Inggris. “Saya belajar menyusun
materi yang tidak hanya informatif, tapi juga menyenangkan bagi siswa,” katanya. Ia juga membantu guru pamong dalam mengoreksi tugas siswa dan
menyusun worksheet yang digunakan dalam pembelajaran.
Tak hanya di
dalam kelas, Diva juga ikut berpartisipasi dalam program English Club, sebuah
kegiatan ekstrakurikuler yang bertujuan memperkuat kemampuan komunikasi siswa
secara informal. “Di English Club, saya bisa lebih dekat dengan siswa. Kami belajar sambil
bermain, dan itu membuat mereka lebih percaya diri,” tambahnya.
Pengalaman ini
menjadi titik balik bagi Diva dalam memahami dunia pendidikan lintas budaya. “Saya jadi tahu bahwa mengajar itu bukan hanya soal menyampaikan materi,
tapi juga soal membangun hubungan dan rasa percaya,” tuturnya. Kisah
Diva adalah bukti bahwa keberanian untuk keluar dari zona nyaman bisa membuka
pintu menuju pengalaman luar biasa. Semoga semangatnya bisa menginspirasi
mahasiswa lain untuk terus berani mencoba, belajar, dan berbagi di mana pun
mereka berada.[upI]