Blossom English Course Terapkan Metode Cerdas dalam Perencanaan Pendidikan!
mp.fip.unesa.ac.id- Senin (06/10/2025), dengan menggabungkan tiga pendekatan perencanaan pendidikan utama: kuantitatif, kualitatif, dan evidence-based planning, Blossom English Course kembali menunjukkan komitmennya sebagai lembaga kursus inovatif. Organisasi ini menggunakan metode kuantitatif untuk menganalisis data jumlah siswa dan tren kebutuhan kursus untuk menentukan arah program. Hasil proyeksi menunjukkan bahwa setelah pelajaran bahasa Inggris diwajibkan di sekolah, permintaan akan meningkat hingga 30%. Hasil penelitian ini berfungsi sebagai dasar untuk membuka kelas English for Kids, yang saat ini sangat diminati oleh banyak siswa.
Blossom tidak hanya bergantung pada angka; dia juga meneliti aspirasi masyarakat dengan cara kualitatif. Rekomendasi untuk kegiatan belajar yang lebih berfokus pada praktik berbicara daripada proyek tertulis diberikan melalui diskusi kelompok (FGD) dengan orang tua. Analisis SWOT juga digunakan untuk menilai kekuatan dan ancaman pesaing, seperti kurikulum internasional. Dengan cara ini, Blossom memiliki kemampuan untuk mengubah strategi pengajarannya untuk lebih sesuai dengan kebutuhan peserta dan keadaan lapangan.
Selain itu, pendekatan perencanaan yang didasarkan pada bukti sangat penting untuk setiap keputusan penting. Blossom secara teratur memeriksa data internal, seperti tingkat retensi siswa, dan tren eksternal, seperti persyaratan TOEFL untuk beasiswa. Inovasi baru, seperti kelas English Project yang menggabungkan kreativitas dan keterampilan komunikasi, didasarkan pada evaluasi program sebelumnya. Pendekatan berbasis data nyata ini menunjukkan bahwa pendidikan yang efektif memerlukan rencana dan bukti yang terukur. (hny)