Belajar Demokrasi dari Balik Layar: Mahasiswa Magang di KPU Jawa Timur
mp.fip.unesa.ac.id- Kamis (30/10/2025) Di tengah persiapan menuju
pemilu mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Timur membuka ruang
belajar bagi para mahasiswa yang ingin mengenal lebih dekat sistem kepemiluan.
Sejak 4 Agustus hingga 5 Desember 2025, sejumlah mahasiswa dari berbagai latar
belakang disiplin ilmu menjalani program magang di berbagai sub bagian KPU,
mulai dari Data dan Informasi, Keuangan dan Umum Logistik (KUMLOG), hingga
Sumber Daya Manusia (SDM).
Wildhan Falahati Akbar dan Florencya Agatha Damasitha ditempatkan di Sub
Bagian Data dan Informasi. Keduanya terlibat dalam pengelolaan data pemilih,
penyajian informasi publik, serta pemanfaatan teknologi informasi untuk
mendukung transparansi dan akuntabilitas pemilu. “Kami belajar bagaimana data
pemilih disusun dan dijaga agar tetap akurat. Rasanya seperti ikut menjaga
fondasi demokrasi,” ujar Florencya.
Sementara itu, Sinta Mumtazatur Rohmah, Rif’atul Mas’udah, dan Nafiisah
Amalia Bil Husna menjalani magang di Divisi KUMLOG. Mereka aktif membantu
proses administrasi surat-menyurat, digitalisasi arsip, pengecekan inventaris,
hingga verifikasi dokumen pertanggungjawaban keuangan. “Kami jadi tahu betapa
pentingnya ketelitian dalam setiap dokumen. Satu angka bisa berdampak besar,”
ungkap Rif’atul. Kegiatan ini juga melatih mereka dalam manajemen waktu dan
tanggung jawab kerja.
Di Sub Bagian SDM, Jihan Abida mendalami proses pengelolaan kepegawaian,
mulai dari pengarsipan dokumen hingga rekap data absensi ASN dan tenaga
pendukung. “Saya belajar bahwa pengelolaan SDM bukan hanya soal data, tapi juga
soal menjaga kerahasiaan dan integritas,” tuturnya.
Magang di KPU Jawa Timur bukan hanya tentang memahami sistem birokrasi,
tetapi juga tentang merasakan langsung semangat pelayanan publik dan
nilai-nilai demokrasi. Dari balik layar penyelenggaraan pemilu, para mahasiswa
ini belajar bahwa setiap data, dokumen, dan proses adalah bagian dari upaya
menjaga kepercayaan masyarakat. Semoga pengalaman ini menjadi bekal berharga
untuk terus berkontribusi dalam membangun Indonesia yang lebih transparan dan
berintegritas. [upI]