Belajar Berdampak Melalui Administrasi: Elsa Rizky Amelia Pengalaman Magang di Penzawa
mp.fip.unesa.ac.id - Selasa (28/10/2025) “Awalnya saya kira magang di instansi pemerintah itu hanya soal dokumen dan meja kerja. Tapi ternyata, saya justru belajar bagaimana pelayanan publik bisa menyentuh langsung kehidupan masyarakat,” cerita Elsa Rizky Amelia, mahasiswi yang menjalani program magang di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lamongan, tepatnya di Divisi Penyelenggara Zakat dan Wakaf (Penzawa), dari 4 Agustus hingga 4 Desember 2025.
Selama empat bulan, Elsa terlibat dalam berbagai kegiatan administratif dan pelayanan masyarakat. Ia membantu proses verifikasi dan pengarsipan berkas perizinan lembaga amil zakat dan nadzir wakaf, menyusun surat rekomendasi, serta melakukan validasi data baik melalui aplikasi maupun dokumen fisik. “Saya jadi tahu betapa pentingnya ketelitian dalam mengelola data, karena ini menyangkut kepercayaan publik,” ujarnya.
Tak hanya itu, Elsa juga mendampingi staf dalam memproses legalisasi dokumen dan memeriksa kelengkapan persyaratan pembaruan data lembaga. Ia turut berkoordinasi dengan berbagai pihak eksternal seperti pengurus masjid, pengelola lembaga zakat, dan nadzir wakaf. “Koordinasi lapangan membuat saya belajar komunikasi yang efektif dan etis, apalagi saat berhadapan dengan tokoh masyarakat,” tambahnya.
Pengalaman Elsa tak berhenti di balik meja kerja. Ia juga ikut menyusun materi sosialisasi, menyiapkan kebutuhan rapat, dan mendukung kegiatan penyuluhan yang diadakan oleh divisi. Dari situ, ia mendapatkan pemahaman mendalam tentang tata kelola zakat dan wakaf serta penerapan e-governance di lingkungan Kementerian Agama. “Saya merasa punya kontribusi nyata, meski kecil, dalam mendukung sistem pelayanan publik yang lebih baik,” katanya.
Magang ini menjadi bukti bahwa kontribusi mahasiswa tidak selalu harus spektakuler—kadang justru dimulai dari hal-hal sederhana yang berdampak besar. Elsa membuktikan bahwa semangat belajar dan mengabdi bisa tumbuh di ruang-ruang administrasi. Semoga kisahnya menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berani mencoba, beradaptasi, dan memberi makna di setiap langkah perjalanan mereka. [upI]