Terlibat Langsung Pelayanan Publik: Mahasiswa Magang di Kemenag Lamongan
Mp.fip.unesa.ac.id- Kamis (30/10/2025) Selama empat bulan penuh, mulai 4 Agustus hingga 4 Desember 2025, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lamongan menjadi tempat belajar langsung bagi para mahasiswa yang menjalani program magang. Mereka tidak hanya mengamati, tetapi juga terlibat aktif dalam berbagai kegiatan administrasi dan pelayanan publik di tiga divisi berbeda: Pendidikan Madrasah, Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, serta Penyelenggara Haji dan Umroh.
Di Bidang Pendidikan Madrasah (Pendma), Felis Tria Nengrum dan Ifrochaini Al Mazidah turut membantu proses verifikasi dan validasi data guru serta tenaga kependidikan madrasah melalui Sistem Informasi Administrasi Pendidikan (SIAP). “Kami belajar bagaimana memastikan data pendidikan tetap akurat dan relevan dengan kondisi terbaru,” ujar Felis. Kegiatan ini memberi mereka pemahaman tentang pentingnya ketelitian dalam pengelolaan data pendidikan.
Sementara itu, Intan Arya Maharani yang ditempatkan di Divisi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) mengaku banyak belajar tentang proses perizinan dan pelayanan data lembaga keagamaan. “Saya membantu menyusun surat rekomendasi, memverifikasi berkas LPQ di SIPDAR-PQ, dan verval insentif guru TPQ melalui SIKAP. Rasanya seperti jadi bagian dari sistem e-governance yang nyata,” ungkapnya antusias.
Di Divisi Penyelenggara Haji dan Umroh (PHU), Salma Salsabila dan Ummi Latifah terlibat dalam proses pemberkasan dan validasi data jamaah haji. Mereka juga diajak memahami alur pelayanan publik secara langsung, termasuk bagaimana menghadapi tamu dan menggunakan aplikasi pendukung pendaftaran haji. “Kami belajar banyak hal yang tidak kami temui di bangku kuliah, dan itu sangat berharga,” kata Ummi.
Program magang ini bukan sekadar tugas kampus, tetapi menjadi pengalaman nyata yang membuka wawasan para mahasiswa tentang dunia kerja, pelayanan publik, dan tata kelola pemerintahan. Semoga semangat belajar dan kontribusi mereka menjadi bekal kuat untuk masa depan. Karena di balik setiap data yang diverifikasi dan setiap surat yang diketik, ada proses pembelajaran yang membentuk profesional muda yang siap berkarya untuk negeri. [upI]