AI dan Etika Pendidikan: Menyelaraskan Manfaat dan Risiko

mp.fip.unesa.ac.id –
Jumat (29/11/24) Penggunaan
Artificial Intelligence (AI) dalam pendidikan membawa efisiensi dan inovasi
baru, namun juga memunculkan tantangan etis yang signifikan. Institusi
pendidikan harus memastikan bahwa penerapan AI tidak hanya mengutamakan
efektivitas, tetapi juga menjaga nilai-nilai kemanusiaan. Misalnya, dalam
pengumpulan data siswa, privasi dan keamanan harus menjadi prioritas
utama.
AI menawarkan solusi untuk
personalisasi pembelajaran, tetapi jika tidak diawasi dengan baik, dapat
memperkuat bias yang sudah ada dalam sistem pendidikan. Sistem AI yang tidak
inklusif berpotensi menciptakan kesenjangan baru bagi kelompok tertentu. Oleh
karena itu, pengembangan AI untuk pendidikan harus melibatkan berbagai pihak
untuk memastikan keadilan dan kesetaraan akses.
Selain itu, institusi pendidikan
perlu menyusun kebijakan yang mengatur penggunaan AI agar selaras dengan tujuan
pendidikan jangka panjang. Pelatihan bagi guru dan dosen untuk memahami
teknologi ini menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko penyalahgunaan.
Dengan pendekatan yang bijak, AI dapat menjadi alat yang mendukung pendidikan
tanpa mengorbankan etika dan nilai moral.
Di tengah perkembangan pesat
teknologi, institusi pendidikan memiliki tanggung jawab besar untuk menjadi
pelopor dalam menciptakan ekosistem AI yang etis. Dengan menyelaraskan manfaat
teknologi dan risiko yang mungkin muncul, pendidikan dapat terus berkembang
tanpa kehilangan jati dirinya. (ern)
Narasi
dan gambar ini dibuat dengan bantuan AI