Sinergikan Program Kerja dan Kawal Isu Pendidikan Nasional, IMMAPSI Wilayah 3 Jatim Gelar Rakorda 2026
mp.fip.unesa.ac.id – Rabu (15/07/2026) Kegiatan Rapat Koordinasi Daerah (RAKORDA) IMMAPSI Wilayah 3 Jawa Timur tahun 2026 pada hari pertama berlangsung meriah dengan mengusung tema besar "Satu Tekad, Satu Tujuan: Menguatkan Kolaborasi untuk IMMAPSI Jatim yang Bersinergi". Forum strategis ini resmi dibuka forum ini menjadi momentum krusial bagi konsolidasi organisasi mahasiswa kependidikan. Kegiatan ini juga menjadi keberlanjutan dari rangkaian konsolidasi strategis IMMAPSI di Jawa Timur setelah sebelumnya wilayah ini sukses menjadi pusat perhatian nasional dalam penyelenggaraan Rakernas IMMAPSI 2026.
Salah satu fungsionaris mahasiswa sekaligus Ketua Pelaksana RAKORDA IMMAPSI 2026, Wildhan Falahati Akbar, mengungkapkan rasa optimisnya atas pelaksanaan forum daerah tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi yang sangat krusial untuk menyatukan visi, menyinergikan keluh kesah, serta membedah berbagai kendala internal yang dihadapi oleh program studi kependidikan, baik Pendidikan, Administrasi Pendidikan, maupun Manajemen Pendidikan Islam di seluruh wilayah Jawa Timur. Pada pelaksanaan hari pertama ini, sasaran utama difokuskan kepada para Ketua Himpunan Mahasiswa agar setiap keputusan strategis dapat langsung terimplementasikan dengan baik di tingkat akar rumput.
“Tujuannya tentu agar kita semua dapat berkolaborasi serta mensinergikan keluh kesah dan hal-hal yang sekiranya menjadi kesusahan di prodi-prodi kependidikan se-Jawa Timur. Sasarannya adalah mereka yang menjadi ketua himpunan prodi masing-masing di setiap kampusnya,” ujarnya.
Suasana forum selama kegiatan berlangsung juga terasa sangat hidup, interaktif, dan penuh dengan dinamika diskusi yang konstruktif. Kehadiran akademisi kependidikan, Dr. Mufarrihul Hazin selaku dosen Universitas Negeri Surabaya, memberikan bobot akademis yang mendalam terhadap jalannya rapat koordinasi melalui sesi audiensi aspirasi. Beliau memaparkan tiga isu besar pendidikan nasional yang sedang dirancang oleh negara dalam perubahan Sisdiknas untuk dikawal ketat oleh mahasiswa, yaitu urgensi sentralisasi manajemen SDM guru di bawah Badan Guru Nasional, evaluasi mendalam atas jebloknya hasil Tes Kompetensi Akademik (TKA) siswa akibat dampak kurikulum, serta penanganan degradasi moral dan melemahnya karakter pelajar di Indonesia.
“Harapan saya, Rakorda ini harus melahirkan satu rekomendasi strategis untuk pemerintah selaku pemangku dan pengevaluasi kebijakan. Khususnya mengenai regulasi penggunaan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) di dunia pendidikan agar tetap menjadi alat bantu tanpa mengikis daya kritis dan kreativitas siswa,” jelasnya.
Selain menjadi wadah untuk merumuskan rekomendasi strategis bagi pemerintah, kehadiran para pimpinan organisasi kemahasiswaan ini memberikan banyak manfaat, seperti memperluas relasi pertemanan antar-kampus, meningkatkan kemampuan komunikasi kepemimpinan, serta menjadikan IMMAPSI sebagai mitra terbaik pemerintah dalam menghimpun aspirasi.
Wildhan Falahati Ahbar memberikan saran dan harapan agar program kolaboratif ini dapat dilakukan secara berkelanjutan demi interaksi organisasi yang maksimal. Selain itu, ia berharap agar kampus mana pun yang nantinya terpilih menjadi tuan rumah RAKORDA di tahun-tahun berikutnya dapat menyelenggarakan acara secara sukses, mandiri, serta mampu memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh delegasi.[naa]
