Mahasiswa FIP Unesa Antusias Sambut Kehadiran Mahasiswa Uzbekistan dalam Kuliah Tamu Bahasa Inggris Profesi
mp.fip.unesa.ac.id – Kamis (30/04/2026) Kegiatan
kuliah tamu pada mata kuliah Bahasa Inggris Profesi di Fakultas Ilmu Pendidikan
(FIP) Universitas Negeri Surabaya berlangsung meriah dengan hadirnya mahasiswa
asal Uzbekistan sebagai bagian dari kegiatan pembelajaran lintas budaya.
Kehadiran mahasiswa asing tersebut mendapat sambutan hangat dan antusias dari
para mahasiswa.
Salah satu mahasiswa S1 Manajemen Pendidikan semester 4,
Elga Ningputri Ba'naysila, mengungkapkan rasa senangnya saat pertama kali
bertemu dengan mahasiswa Uzbekistan. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi
pengalaman baru yang menyenangkan karena dapat belajar bersama, bertukar
budaya, serta mengenal bahasa baru secara langsung.
“Excited sekali karena bisa belajar bersama, bertukar
budaya dan bahasa. Senang juga melihat mahasiswa luar negeri yang ternyata
seumuran dengan kami,” ujarnya.
Suasana kelas selama kegiatan berlangsung juga terasa
lebih hidup dan interaktif. Mahasiswa terlihat aktif berkomunikasi dan
menyambut baik kehadiran mahasiswa Uzbekistan. Dalam kegiatan tersebut, dosen
membagi mahasiswa ke dalam beberapa kelompok dan setiap kelompok bertugas
menjadi tour guide untuk memperkenalkan lingkungan FIP kepada mahasiswa asing
tersebut.
Elga mengaku sempat mengalami kesulitan saat
berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris. Namun, ia tetap berusaha aktif
berbicara meskipun hanya menggunakan kemampuan Bahasa Inggris dasar.
“Awalnya agak kesulitan untuk menanggapi pembicaraan
mereka, tapi lama-lama obrolannya mulai nyambung dan topiknya semakin banyak,”
jelasnya.
Selain meningkatkan kemampuan komunikasi Bahasa Inggris,
kegiatan ini juga memberikan wawasan baru terkait budaya Uzbekistan. Mahasiswa
jadi mengenal berbagai kosakata sehari-hari, makanan khas, pakaian tradisional,
hingga budaya yang ada di negara tersebut.
Menurut Elga, kehadiran mahasiswa asing dalam kelas
memberikan banyak manfaat, seperti memperluas relasi pertemanan internasional,
meningkatkan kemampuan komunikasi, serta membuat suasana pembelajaran menjadi
lebih menarik dan tidak membosankan.
Ia juga memberikan saran agar kegiatan serupa dapat
dibuat lebih terarah dengan penjelasan alur kegiatan sejak awal dan materi
sharing budaya yang lebih mendalam. Selain itu, ia berharap kegiatan seperti
ini bisa dilakukan secara berkelanjutan agar interaksi dan pembelajaran lintas
budaya dapat semakin maksimal.[fie]
